Prince Persia 5

Win......Win.......situation

Monday, 25 April 2011

Garam


BERHENTILAH JADI GELAS


Seorang guru Sufi melihat anak muridnya sedang bersedih lalu bertanya; “ Kenapa kau selalu murung, nak? Bukankah banyak hal yang indah di dunia ini? Kemana perginya wajah syukur mu?”.
  Jawab anak muridnya itu, “Sejak kebelakangan ini hidup saya penuh masalah. Sukar untuk saya tersenyum. Masalah datang bertimpa-timpa,”. Sang guru tersenyum lalu berkata, “Nak, ambil segelas air dan dua genggam garam, bawalah ke mari. Biar kuperbaiki suasana hatimu itu.” Dan si murid melakukan seperti yang disuruh. “Ambil garam tadi dan masukkan kedalam gelas itu,” kata Sang Guru. “Setelah itu cuba kau minum airnya sedikit.” Si murid pun melakukannya dan wajahnya berubah kelat.
  “Bagaimana rasanya?” tanya Sang Guru. “Masin, dan perutku menjadi mual,” jawab si murid. Sang Guru ketawa dan berkata. “Sekarang, ikut aku.” Sang Guru membawa muridnya ke sebuah tasik lalu menyuruh si murid taburkan segenggam garam dan tanpa membantah si murid melakukannya. “Sekarang, cuba kau minum,” kata Sang Guru. Si murid menangkupkan kedua tangannya, mengambil air tasik lalu meminumnya. Terasa sekali betapa air tasik yang dingin dan segar mengalir di tekaknya lalu sekali gus menghilangkan rasa masin air yang diminum dari gelas tadi. Sang Guru bertanya “Bagaimana rasanya?”
  “Segar, segar sekali,” kata si murid sambil mengelap bibirnya dengan tangannya. “Terasakah garam yang kau taburkan tadi?”Soal Sang Guru. “Tidak sama sekali,” kata si murid sambil mengambil air dan meminumnya lagi. Sang guru hanya tersenyum memperhatikannya, membiarkan muridnya itu minum sampai puas.
  “Nak,” kata Sang Guru setelah muridnya selesai minum. “Segala masalah dalam hidup ini seperti segenggam garam. Tidak kurang, tidak lebih. Hanya segenggam garam. Banyak masalah dan penderitaan yang harus kau alami sepanjang hidupmu sudah dikadar oleh Allah, sesuai untuk dirimu. Jumlahnya tetap, sebegitu-sebegitu sahaja, tidak kurang dan tidak lebih. Setiap manusia lahir ke dunia ini pun demikian.Tidak ada satu pun manusia, walaupun dia seorang Nabi, yang bebas dari penderitaan dan masalah.”
  Si murid terdiam, mendengarkan. “Tapi Nak, rasa ‘masin’ dari penderitaan yang dialami itu bergantung kepada besarnya ‘qalbu’ (hati) yang menampungnya.

                                                                                                                   Copy by:Prince Persia

No comments:

Post a Comment